Pengelolaan Sampah Modern Pendanaannya Disebut Menggunakan CSR, Ketua DPRD Berau Ingatkan Harus Sesuai Aturan

img

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto.

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Rencana Pemkab Berau saat ini tengah mengkaji penerapan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI)  dan sistem robotik yang diklaim mampu memilah, mengolah, hingga mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi, atau program pengelolaan sampah modern.


Terhadap program tersebut DPRD Berau juga menaruh perhatian, khususnya mengenai mekanisme pendanaan proyek ini. Berdasarkan pembahasan awal, pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern direncanakan melibatkan dukungan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

 

Disampaikan Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto bahwa pemanfaatan dana CSR harus disusun secara hati-hati agar tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk itu Ia meminta Pemkab Berau bersama DLHK melakukan kajian menyeluruh terhadap regulasi, mulai dari mekanisme kerja sama, tata kelola pembiayaan, hingga aspek hukum yang mengatur penggunaan dana CSR.

 

Menurutnya, kesiapan regulasi akan menjadi fondasi penting agar pelaksanaan program berjalan secara transparan, akuntabel, dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

 

"Teknologinya memang sangat baik. Tetapi regulasinya juga harus dipersiapkan dengan matang agar pelaksanaannya benar-benar sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.

 

Apabila seluruh tahapan dapat dipersiapkan secara komprehensif, kabar gembiranya Berau berpeluang menjadi salah satu daerah di Kalimantan Timur yang menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis kecerdasan buatan. Lebih dari sekadar mengurangi timbunan limbah, program ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi pengelolaan lingkungan menuju sistem yang lebih modern, efisien, serta mampu mengubah sampah menjadi sumber daya yang bernilai bagi pembangunan daerah.

 

“Apabila proses tersebut berjalan sesuai rencana, hasil pengolahan limbah bahkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan energi, termasuk peluang memasok bahan bakar alternatif ke pembangkit listrik. Mesin ini menghasilkan semacam bahan pengganti batu bara yang nantinya bisa disuplai ke PLTU. Kalau itu bisa diwujudkan tentu sangat baik karena sampah tidak hanya selesai diolah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi," katanya.

Meski demikian, pemanfaatan hasil olahan tersebut tetap akan bergantung pada hasil kajian teknis serta pemenuhan standar yang berlaku sebelum dapat digunakan secara luas. Dalam tahap awal implementasi, sistem pengolahan sampah modern tersebut direncanakan melayani empat kecamatan, yakni Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung, dan Teluk Bayur. (sep/FN/Advertorial)